Makalah Madrasah Diniyah Awaliyah | MDA

Makalah Madrasah Diniyah Awaliyah | MDA

ANALISA FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA PRESTASI BELAJAR SANTRI
( Studi Kasus Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Iman di Banglas Barat ) 

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan proses yang terus menerus tidak berhenti. Pendidikan juga berarti mengembangkan kemampuan dan bentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cekap kreatif mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks Islam, pendidikan adalah yang didasarkan pada nilai â€" n ilai agama Islam sebagaimana yang dicantumkan di dalam Al â€" Qur’an dan As â€" Sunnah, serta dalam pemikiran para ulama ataupun dalam sejarah umat Islam.

Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah merumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yan g beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (Pasal 3 UU RI No 20/ 2003).

Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan perubahan tingkah laku manusia[1]. Artinya, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik. Pribadi adalah suatu sistim yang bersifat unik terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri â€" ciri :

(1) Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia
(2) Pola organisasi kepribadian berbeda â€" beda untuk setiap orang dan bersifat unik
(3) kepribadian bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni :
  • (1) Aspek Obyektif, yang bersifat struktural yakni jasmaniah
  • (2) Aspek Subyektif, yang bersifat fungsional, yakni aspek rohaniah.
Pendidikan, kata ini juga diletakkan kepada Islam â€" telah didefinisikan secara berbeda â€" beda oleh berbagai kalangan, yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing â€" masing. Namun, pada dasarnya, semua pandagan yang berbeda itu bertemu dalam semacam kesimpulan awal, bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efesien.

Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran; yang terakhir ini dapat dikatakan sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, bukan trasformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian, pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan “tuakang â€" tukang” atau para spessialis yang terkurung dalam ruang spesialisnya yang sempir, karena itu, perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis.
Jika pendidikan Barat sekarang ini sering disebut â€" sebut mengalami krisis, itu tak lain karena proses yang terjadi dalam pendidikan tak lain daripada sekedar pengajaran. Pendidikan yang berlangsung dalam suatu sholing system tak lebih dari suatu proses transfer ilmu dan keahlian dalam kerangka tekno- struktur yang ada. Akibatnya, pendidikan â€"katakanlah pengajaran- menjadi suatu komoditi belaka dengan berbagai implikasinya terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.[2]
Perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian. Dengan peoses semacam ini suatu bangsa atau negaradapat mewariskan nilai â€" nilai keagamaan, kebudayaan.pemikiran dan keahlian kepada generasi mudanya, sehingga mereka betul â€" betul siap menyongsong kehidupan. Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional Indonesia menyatakan : “Pendidikan pada umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek), dan jasmani anak â€" anak, salaras dengan alam dan masyarakatnya.”[3]

Secara lebih filosofis Muhammad Natsir dalam tulisan “Idiologi Didikan Islam” menyatakan : “ Yang dinamakan pendidikan, ialah suatu pimpinan jasmani dan rohani menuju kesempurnaan dan kelengkapa arti kemanusian dan ar ti sesungguhnya.[4] Pengertian pendidikan seacara umum, yang kemudian dihubungkan dengan Islam adalah sebagai suatu system keagamaan menimbulkan pengertian - pengertian baru, yang secara inplisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dalam istilah “tarbiyah”, “ta’lim”, dan “ta’did”. Yang harus dipahami bersama-sama. Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah â€" istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam : “informal”, “formal”, dan “nonformal”.

Pendidikan berkaitan juga dengan belajar. Belajar memiliki beberapa maksud, anatara lain :

1. Megetahui suatu kepribadian, kecakapan atau konsep yang sebelumnya tidak pernah diketahui.
2. Dapat mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat berbuat, baik tingkah-laku maupun keterampilan.
3.Mamapu mengombinasikan dua pengetahuan (atau lebih) ke dalam suatu pengertian baru, baik keterampilan pengetahuan, konsep maupun sikap atau tingkah laku.[5]
4. Dapat memahami atau menerapkan pengetahuan yang telah di peroleh

Sementara itu Muhibbin Syah mengutip pendapat beberapa pakar psikologi tentang definisi belajar, di antaranya adalah[6]:

Reber dalam kamusnya, Dictionary of Psychology, membatasi belajar dengan dua macam definisi. Pertama, belajar adalah The process of accuirin g knowledge, yakni proses memperoleh pengetahuan. Pengertian ini biasanya lebih sering dipakai dalam pembahasan psikologi kognitif yang oleh sebagian ahli dipandang kuran representatif karena tidak mengikutsertakan perolehan keterampilan nonkognitif.

Apa yang telah dicapai oleh siswa melakukan kegiatan belajar sering disebut prestasi belajar. Tentang apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar, ada juga yang menyebutkan dengan istilah hasil belajar seperti Nana Sudjana(1991). Penacapaian prestasi belajar atau hasil belajar siswa, merujuk kepada aspek â€" aspek kognitif, efektif dan psikomotor. Oleh karena itu ketiga aspek di atas harus menjadi indikator prestasi belajar. Artinya, prestasi belajar harus mencakup aspek â€" aspek kognitif, efektif dan psikomotor. [7] Menurut Sudjana, ketiga aspek di atas tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahk an, bahkan membentuk hubungan hirarki.

Oleh karena itu di sini prestasi belajar sangat mempengaruhi dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi siswa atau santri yang ingin mengembangkan wawasan, atau mengambangkan skil yang santri miliki melalui evaluasi â€" evaluasi maka akan terwujudlah prestasi belajar santri tersebut. Kemampauan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan keberhasilan belajar. Siswa menunjukkan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas â€" tugas belajar atau mentransfer hasil belajar. dari pengalaman sehari â€" hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh oleh proses â€" proses penerimaan, pengaktifan para pengolahan dan pengalaman. Bila proses tersebut tidak baik, maka siswa dapat berprestasi kurang atau dapat juga gagal beprestasi.[8] 

Dalam belajar pada ranah kognitif ada gejala lupa. Lupa merupakan peristiwa biasa, meskipun demikian dapat dikurangi. Lupa pada ranah kognitif umumnya berlawan dengan mengingat. Pesan yang dilupakan belum “ Hilang” dari ingatan, kadang kata siswa memerlukan waktu untuk “ membangkitkan” kembali pesan yang “ terlupakan”. Dengan berbagai pancingan, dalam waktu tertentu, pesan “terlupa” dapat diingatkan kembali. Bila pesan tersebut sudah “dibangkitkan”, maka digunakan untuk unjuk prestasi belajar maupun transfer belajar.

Oleh karena itu, diharapkan agar dengan pendidikan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang bekualitas, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Pendidikan tidak hanya di dapat dari rumah saja, tetapi juga bisa di sekolah. Selain itu sekolah tidak hanya bersifat formal atau khusus saja, tetapi bisa ju ga non formal yakni bersifat umum, seperti Madrasah Diniyah Awaliyah yang sering disebut dengan MDA.
  • MDA adalah tempat belajar anak usia dini selain sebagai kegiatan ekstra di luar jam sekolah. Dengan MDA ini anak usia dini dapat belajar ilmu â€" ilmu agama yang lebih teperinci.
  • Tujuan MDA ini adalah untuk memfokuskan anak didik kearah agama. Dalam artian ditekankan kepada santri maupun menerapkan pelajaran yang telah di berikan kepada santri.
Dari paparan di atas menunjukkan bahwa secara khusus penelitian terhadap faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri belum pernah diteliti atau dilakukan oranglain. Atas alasan itulah peneliti tertarik untuk melakukan kajian dengan memfokuskan pada topic seperti tersebut di atas. Prestasi belajar santri ini pasti dilakukan mengingat prestasi b elajar sangat mempengaruhi di dalam penilaian akhir, selain itu, banyaknya persoalan di sekitar penyebab menurunnya prestasi belajar santri. Berdasarkan pengamatan awal penulis menemukan gejala â€" gejala sebagai berikut : 

1. Ada sebagian siswa yang kurang merasa senang atau kurang semangat dalam belajar.
2. Ada sebagian siswa yang mengikuti pelajaran semata â€" mata agar tidak tinggal kelas.
3. Ada sebagian siswa yang mengikut belajar bukan untuk menambah ilmu, tetapi diharuskan mengikuti.
4. Prestasi belajar rendah karena motivasi belajarnya renadah.

Bedasarkan gejala â€" gejala di atas, penulis ingin melakukan penelitian judul : analisa faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri madrasah diniyah awaliyah nurul iman di banglas barat.

B. Alasan Memilih Judul

Adapun alasan penulis memilih judul di atas adalah :
  • Persoalan â€" persoalan yang dikaji dalam judul di atas sesuai dengan bidang ilmu yang penulis pelajari, yakni Pendidikan Agama Islam.
  • Masalah â€" masalah yang dikaji dalam judul di atas, penulis mampu untuk menelitinya, dan 
  • Lokasi penelitian ini terjangkau oleh peneliti untuk melakukan penelitian.

C. Penegasan Istilah

1. Faktor Penyebab

2. Prefatasi
Prestasi adalah hasil dari evaluasi yang telah di lalui oleh seorang peserta didik yang ikut serta dalam memacukan pendidikan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang akan datang. Sehingga terwujud sebuah evaluasi yang positif.

3. Belajar
Belajar adalah perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapainnya. Pengertian ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar.[9]

4. Santri
Santri adalah istilah peserta didik yang akan menimba ilmu. Panggilan santri hanya diberikan kepada anak pesantren dan siswa yang beragama Isl am.

5. MDA
MDA merupakan lemabaga untuk menimba ilmu pendidikan yang khususnya untuk sekolah non formal.

D. Permasalahan

Adapun masalah penelitian ini adalah faktor â€" faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri MDA Nurul Iman dibanglas Barat cendrung rendah.

1. Identifikasi Masalah
Sebagaimana yang telah di paparkan dalam latar belakang masalah bahwa permasalahan pokok kegiatan ini adalah faktor â€" faktor penyebab menurunnya prestasi belajar. Berdasarkan persoalan pokok tersebut, maka persoalan â€" persoalan yang mengatasi kajian ini dapat di inde ntifikasikan sebagai berikut :

a. Sikap santri dalam belajar cendrung acuh.
b. Minat santri belajar rendah
c. Pengetahuan siswa rendah
d. Lingkungan belajar siswa kurang kondusif
e. Metode mengajar guru kurang Variatif.

2. Pembatasan Masalah
Mengingat banyaknya persoalan â€" persoalan yang mengitari kajian ini seperti yang dikemukakan dalam identifikasi masalah di atas, maka penulis memfokuskan pada faktor â€" faktor yang menyebabnya.

3. Rumusan Masalah
Berdasar kan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Apa saja faktor â€" faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri di MDA Nurul Iman Banglas Barat ?
b. Apa faktor yang lebih dominan santri di MDA Nurul Iman Banglas Barat ?

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara ilmiah dan sistematis tentang faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat dan serta mendeskripsiakn secara ilmiah dan sistematis tentang faktor penyeba b menurunnya prestasi belajar santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat cendrung rendah.

2. Kegunaan Penelitian
Hasil â€" hasil penelitian ini di harapkan berguna untuk :
  • Sebagaimana informasi bagi santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat tentang menurunnya prestasi belajar santri.
  • Sebagai informasi bagi jurusan Pendidikan Agama Islam STAI Nurul Hidayah Selatpanjang tentang faktor â€" faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri.
  • Pengembangan wawasan keilmuan pendidikan penulis dalam bidang pendidikan Islam dan yang berkaitan dengan penulisan ilmiah.

F. Kerangka Teoritis dan Konsep Operasional

1. Kerangka Teoritis
< div style="text-align: justify;">
a) Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Djalal (1986: 4) bahwa “prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran ”. Sedangkan menurut Kamus bahasa Indonesia Millenium (2002: 444)”prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau dikerjakan”. Prestasi belajar menurut Hamalik (1994: 45) adalah prestasi belajar yang berupa adanya perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau setelah mempelajari sesuatu.

Prestasi adalah hasil yang diperoleh setelah berlangsungnya proses evaluasi. Dalam arti lain prestasi adalah hasil dari evaluasi yang telah dilalui oleh seorang peserta didik yang ikut serta dalam memacukan pendidikan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang akan datang. Sehingga terwujudlah sebuah evaluasi yang positif.

Apa yang telah dicapai oleh siswa melakukan kegiatan belajar sering disebut prestasi belajar. Tentang apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar, ada juga yang menyebutkan dengan istilah hasil belajar seperti Nana Sudjana (1991). Penacapaian prestasi belajar atau hasil belajar siswa, merujuk kepada aspek â€" aspek kognitif, efektif dan psikomotor. Oleh karena itu ketiga aspek di atas harus menjadi indikator prestasi belajar. Artinya, prestasi belajar harus mencakup aspek â€" aspek kognitif, efektif dan psikomotor.[10]

Menurut Sudjana, ketiga aspek di atas tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, bahkan membentuk hubungan hirarki.

Berdasarkan pengertian diatas maka yang dimaksudkan dengan prestasi belajar adalah hasil belajar/ nilai pelajaran sekolah yang dicapai oleh siswa berdasarkan kemampuannya/usahanya dalam belajar.

b) Faktor â€" faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah adanya kebutuhan, seperti kebutuhan biologis, instrik, unsur â€" unsur kejiwaan yang lain dan adanya pengaruh perkembangan budaya manusia. Faktor â€" faktor itu tidak dapat di pisahkan soal kebutuhan dalam arti luas, baik kebutuhan yang bersifat biologis maupun Psikologis. Dengan demikian prestasi belajar sangat berkaitan dengan kognitif, afektif dan psikomotor pada diri santri itu sendiri.

Menurut Suryabrata(2002:233) adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar adalah:
Faktor dari dalam diri siswa meliputi:

(1) Faktor psikis yaitu: IQ, kemampuan belajar, motivasi belajar, sikap dan perasaan , minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural.
(2) Faktor fisiologis dibedakan menjadi 2 yaitu: 1). Keadaan tonus jasmani pada umumnya, hal tersebut melatarbelakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar, 2). Keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu.

Faktor dari luar diri siswa:
(1) Faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar, pengelompokan siswa
(2) Faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah, status sosial s iswa, interaksi guru dengan siswa.
(3) Faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi, keadaan waktu dan tempat, dan lingkungan.


2. Konsep Operasional

Seperti di sebutkan di atas, kegiatan ini berkenaan dengan faktor â€" faktor menurunya prestasi belajar. Variabel perhatian ini adalah faktor â€" faktor menurunnya prestasi belajar. Prestasi belajar adalah suatu hasil akhir dari tiap jenjang â€" jenjang yang telah dilalui, melalui tahap â€" tahap baik evaluasi maka muncullah prestasi yang optimal.

Berdasarkan konsep diatas yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah yang diperoleh setelah berlangsungnya proses evaluasi. Dalam arti lain pr estasi adalah hasil dari evaluasi yang telah dilalui oleh seseorang peserta didik yang ikut serta dalam memacukan pendidikan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang akan datang. Sehingga terwujudlah sebuah evaluasi yang positif.

Indikator prestasi belajar santri :
1. Siswa di harapkan bersunguh â€" sungguh dalam mengikuti pelajaran.
2. Guru berusaha meningkatkan motivasi belajar siswa.
3. Guru meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Siswa mampu mampu mencapai prestasi yang lebih baik
5. Siswa di harapkan bisa mempertahankan prestasi belajar
6. Guru membimbing siswa dalam aktifitas belajar agar pengetahuan afektif, kognitif dan psikom or siswa itu mengalami perkembangan.

G. Metode Penelitian

1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Iman di Banglas Barat selatpanjang. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas alasan bahwa persoalan â€" persoalan yang dikaji oleh penelitian ada di lokasi ini.

2. Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian ini atau sumber penelitian ini adalah santri. Sedangkan obyeknya adalah faktor â€" faktor penyebab menurunnya prestasi belajar.

3. Populasi dan Sampel
Populasi penetian ini adalah santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat yang berjumlah kurang lebih 60 orang. Tidak dilakukan penarikan sampel.

4. Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik : Observasi, wawancara dan angket.

5. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif kualitatif dengan persentase.

H. Sistematika Proposal

Bab I Pendahuluan yang terdiri atas : Latar belakang masalah, alasan memilih judul, peneasan istilah, permasalahan (identifikasi, batasan dan rumusan masalah), tujuan dan kegunaan penelitia n, konsep operasional dan sistematika proposal.
Bab II Tinjauan tantang prestasi belajar yang memaparkan tentang : pengertian prestasi belajar, bentuk â€" bentuk belajar dan faktor â€" faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
Bab III Prestasi belajar mencakup : lokasi penelitian, obyek dan subyek penelitian, populasi dan sampel teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data.
Bab IV Temuan hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri atas : deskripsi secara umum Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Nurul Iman di Banglas Barat Selatpanjang. Mencakup tentang : Sejarah berdirinya, visi dan misi, keadaan guru dan santri, dan proses pembelajarannya, sarana dan prasarana, penyajian hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah dan analisis (pembahasan).
Bab V Kesimpulan dan saran â€" saran, pada bagian akhir skripsi mencant umkan daftar pustaka dan lampiran â€" lampiran.

Daftar Pustaka dan Footnote
  • Abuddin Nata, (1996). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Logos Wacana Ilmu
  • Azhari Zakri, (2003).Belajar d an Pembelajaran. Pekanbaru : Yayasan Obor Desa
  • Azyumardi, (2001). Pendidikan Islam. Jakarta : Kalimah
  • Daryanto, (2005). Administrasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
  • Dimyati dan Mudjiono, 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  • Djalal M.F, (1986). Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T IKIP Malang
  • Hamalik O, (1994). Metode Belajar dan kesulitan-Kesulitan Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.
  • Mas’ud Zein, Tohirin dan Risnawati. (2007). Modul Diklat Peneltian Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. Pekanbaru : Panitia Sertifikasi Rayon 8
  • Mohibin Syah, (2003). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya
  • Mukhtar Samat, (2004). Pendi dikan Islam Terpadu. Pekanbaru : Yayasan Pustaka Riau
  • Mulyono Abdurrahman, (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta
  • Ngalim Purwanto, (1987). Administrasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya
  • Sardiman, (2004). Interaksi dan Motovasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
  • Sugiono, (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV. Alfabeta
  • Sutaryadi, (2005). Administrasi Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional
  • Tohirin, (2005). Psikologi Pendidikan Agama Islam. Pekanbaru : Remaja Pers
____________________________
[1] .Azhari Zakri,Belajar dan Pembelajaran,Yayasan Obor Desa, Pekanbaru 2003, hal. 65
[2] Azyumardi Azra, Pendidikan Islam,2001, hal. 4
[3] Ki Hajar Dewantara, Masalah Kebudayaan, kenang-kenagan Promosi Doktor Honoris Causa, Yogyakarta, 1967, Hal. 42
[4] Mohd. Natsir, Kapita Selekta, s’Gavenhage, Bandung, 1954. Hal. 87
[5] Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004, hal. 3
[6] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung : Rosda Karya, 2003. Hal. 90-91
[7] Nana Sudjana, Dasar-dasar Pro ses Belajar Mengajar cetakan III, Badung, 1991, hal. 49
[8] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2002, hal. 243
[9] Azhari Zakri. Belajar dan Pembelajaran. Opcit. Hal. 3
[10] Nana Sudjana, Opcit.hal. 49
Aneka Ragam Makalah ----/